RANGKUMAN BUKU 'BELAJAR MARKETING BELAJAR HIDUP'
![]() |
| Sumber: https://www.goodreads.com/ |
Judul: Belajar Marketing Belajar Hidup
Penulis: Henry Manampiring
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
- Marketing membuat (calon) konsumen mengetahui kalau (produk) kita ada. Konsumen tahu citra positif (produk) kita, mengingatnya, dan menginginkan (produk) kita saat dia butuh.
- Marketing membuat produk kelihatan berguna, baik secara fungsional maupun emosional.
- Merek adalah sekumpulan dari janji. Apa yang kita tawarkan/janjikan ke (calon) konsumen tentang produk kita. Konsumen (pasti) dapat apa kalau mengonsumsi/memakai produk kita? Masalah konsumen apa yang bisa diselesaikan dengan produk kita?
- Positioning adalah apa yang konsumen pikirkan tentang brand. Apa yang konsumen pikirkan pertama kali ketika melihat/mendengar sebuah brand. Dan positioning itu harus ditepati, karena itu janji.
- Positioning bisa menjadi patokan cara komunikasi dan mengiklankan.
- Ketika meriset pasar (secara kualitatif), jangan hanya catat yang diverbalkan, tapi catat yan dinonverbalkan juga.
- Semakin produk mudah didapatkan, semakin menarik produk tersebut bagi konsumen.
- Cari pain point bukan hanya dari yang dikeluhkan orang, tapi juga dari yang tidak dikeluhkan namun mempersulit/memperlama konsumen (dalam membeli).
- Segmentation = Mengkategorikan pasar.
- Targeting = Menarget pasar yang dituju. Ini juga harus diperhatikan oleh sales, produksi, humas, HRD, bahkan keuangan.
- Positioning = Menentukan sebuah brand mau dianggap apa oleh (calon) customer. Cari customer yang lebih butuh aspek fungsional atau emosional.
- Pesaing ada 2: Pesaing langsung (produk di kategori sama), dan pesaing tidak langsung (produk substitusi).
- Kebutuhan tidak terbatas pada hal yang sudah ada, kebutuhkan bisa diciptakan oleh marketer.
- Merek harus bisa mendefinisikan produknya bukan untuk siapa.
- Kemasan bisa menjadi alat komunikasi ke konsumen.
- Nama merek yang mudah diingat dan diucapkan dipersepsikan memiliki kualitas yang lebih baik.
- Promosi adalah kegiatan dengan pesan yang sesuai dengan merek dan rencana bisnis, kepada segmen yang tepat, dan membuat merek relevan.
- Merek harus dihubungkan dengan kebutukan konsumen. Misal, susu dan roti dihubungkan dengan suasana makan pagi yang terburu-buru.
- Marketing funnel:
1. Not aware = Segmen target tidak tahu merek.
2. Aware = Sekadar tahu nama merek.
3. Familiarity = Sedikit banyak tahu tentang merek.
4. Consider = Mempertimbangkan untuk membeli.
5. Conversion = Customer membeli.
6. Loyality = Customer membeli lagi (berkali-kali).
7. Advocacy = Customer mempromosikan dengan suka rela.
- Survei kuantitatif diperlukan untuk mendeteksi tantangan/sumbatan (dari not aware sampai advocacy)
- Plot iklan: Problem -> solution -> after solution.
- Bentuk promosi (iklan) yang besar dan masif akan meningkatkan mental availability brand.
- Setiap promosi (iklan) dapat berbeda-beda tergantung media promosi (iklannya).
- Promosi/iklan itu bergantung pada jumlah jangkauannya dan frekuensinya. Merek harus menjangkau lebih banyak orang dibanding jumlah konsumennya, sedangkan frekuensi idealnya 3-10 kali.
- Brand assets antara lain: Logo, tagline, slogan, jingle, font, bentuk kemasan, maskot, warna, dan gaya beriklan. Promosikan dengan konsisten dan jangka waktu yang panjang.
- Humas brand bisa bertugas menjangkau media/pihak lain ketika brand punya fitur baru. Misal, merek mengeluarkan fitur anti maling, maka humas bisa mengundak pihak yang punya ketertarikan di bidang tersebut, misalkan satpam/polisi untuk dimintai penilaian dan pendapatnya. Misalnya lagi merek multivitamin bisa mengadakan pemeriksaan gratis untuk masyarakat tidak mampu.
- Buat iklan yang mengandung emosi.
- Brand marketing bertujuan meningkatkan mental availability mereka di benak sebanyak mungkin orang, sedangkan performance marketing bisa berbentuk iklan yang didesain khusus untuk penjualan (biasanya ada CTA-nya).
- Menurut penelitian, ornag baik cenderung lebih sukses. Dan di penelitian yang sama, orang yang terlalu baik (terlalu naif) cenderung kurang berhasil.
- Komunikasi merek harus selaras di tiap media.
- Strategi harga harus selaras dengan strategi bisnis. Apakah bisnisnya mau memaksimalkan laba, memperbesar pangsa pasar, membangun positioning, atau yang lainnya.
- Biaya yang harus dipikirkan dan dihitung: Biaya bahan baku dan material, biaya pekerja, dan lbiaya overhead (seperti listrik/pelumas mesin).
- Beberapa cara menetapkan harga:
- Cost-plus pricing: menambahkan margin (berupa persentase atau uang) setelah biaya produksi.
- Value-based pricing: menetapkan harga berdasarkan kesediaan konsumen mau/bisa membayar.
- Competitive pricing: menetapkan harga dari kompetitor (yang sudah ada lebih dulu).
- Penetration pricing: menetapkan harga (di awal) tanpa memikirkan untung/rugi. Supaya banyak konsumen mencoba produk.
- Dynamic pricing: mengubah-ubah harga tergantung situasi dan kondisi (supply and demand).
- Product life cycle pricing: semakin baru produk, semakin mahal. Semakin lama produk, semakin murah.
- Predatory pricing: memurahkan semurah mungkin produk sehingga kompetitor tidak mampu bersaing.
- Mental availability tentang seberapa mudah konsumen mengingat produk. Physical availability tentang seberapa mudah konsumen menemukan dan membeli produk.
- Pemilihan tempat harus strategis, baik di daring maupun di luring.
- Perusahaan tidak harus punya outlet sendiri, bisa dengan mendistribusikannya ke warung/pasar swalayan/pasar tradisional.
- Jika biasanya kita mengenal personal branding, maka buku ini mengenalkan kita pada personal marketing.
- Harga turut membentuk opini terhadap sebuah produk.
- Customer lifetime value adalah konsep di mana kita berpikir bahwa customer selalu pakai produk kita seumur hidupnya, dari situ dapatlah potensi keuntungan (seumur hidup) berapa. Hal ini juga akan menjauhi kita dari menipu/membuat customer kesal.
- Buku ini pembawaannya santai, menyenangkan, dan lucu.
- Siklus produk:
1. Perkenalan. Perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk beriklan dan bikin konten.
2. Pertumbuhan. Pembeli makin banyak.
3. Kedewasaan. Penjualan mulai stabil. Perusahaan bisa mempekenalkan fitur baru, inovasi, dan promosi.
4. Penurunan. Penjualan mulai menurun. Perusahaan bisa berhenti memproduksi/menawarkan.
- Cara mempertahankan eksistensi produk:
- Memodifikasi produk lamam di pasar yang sudah ada.
- Produk lama memasuki pasar baru.
- Meluncurkan produk baru di pasar yang sudah ada.
- Meluncurkan produk baru di pasar yang baru.
- Lebih baik membangun usaha dengan pendanaan konvensional daripada dengan pendanaan seperti startup.
- Konsumen loyal biasanya bukan karena cinta, tapi karena terbiasa (pakai produknya).
- Cara yang efektif untuk tumbuh adalah dengan memperbanyak jumlah orang yang memakai produk. Permudah orang mengingat, menemukan, dan membeli.
Pesan bukunya di sini: https://s.shopee.co.id/7pspnh1p17
Tonton video rangkumannya di sini:

Comments
Post a Comment